Parepare -- Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu, Aipda Mustaming, memperkuat peran kepolisian di tengah masyarakat melalui komunikasi langsung dengan warga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di Parepare.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan sambang, pembinaan dan penyuluhan, serta door to door system (DDS). Pendekatan langsung itu menjadi ruang bagi Bhabinkamtibmas untuk mengetahui berbagai kondisi yang berkembang di wilayah binaannya, termasuk persoalan sosial yang berkaitan dengan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Peran tersebut semakin diperkuat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dibahas dalam koordinasi di Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Parepare, Selasa (22/9/2026).
Koordinasi tersebut melibatkan unsur pemerintah kelurahan, TNI, Polri, serta ketua RT dan RW. Keterlibatan berbagai unsur itu diarahkan untuk membangun kepedulian bersama terhadap keluarga yang memiliki risiko stunting.
Bhabinkamtibmas Dekat dengan Persoalan Warga
Keberadaan Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan membuat komunikasi dengan masyarakat dapat dilakukan secara lebih dekat. Melalui sambang dan kunjungan langsung, aparat dapat membuka ruang dialog dengan warga mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam konteks pencegahan stunting, komunikasi tersebut menjadi penting karena kondisi keluarga tidak selalu dapat diketahui hanya melalui kegiatan formal. Informasi mengenai kebutuhan keluarga, pola pengasuhan, kondisi lingkungan, maupun persoalan sosial dapat muncul dari komunikasi langsung antara petugas dan warga.
Aipda Mustaming secara aktif melakukan kegiatan sambang, pembinaan dan penyuluhan, serta DDS di wilayah Kelurahan Ujung Bulu.
Pendekatan door to door memungkinkan komunikasi berlangsung lebih dekat dan personal dengan masyarakat. Dengan demikian, Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi sosial di lingkungan masyarakat.
Kapolsek Ujung Dorong Kepedulian Bersama
Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat perlu saling mendukung agar keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat memperoleh perhatian.
“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat harus saling mendukung agar keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat memperoleh perhatian secara tepat,” kata AKP Sukri Abdullah.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi mengenai berbagai persoalan sosial di wilayah binaan.
Karena itu, komunikasi yang dibangun Bhabinkamtibmas dengan warga dapat menjadi salah satu pendukung koordinasi ketika ditemukan persoalan yang membutuhkan perhatian dari pihak terkait.
GENTING Perkuat Peran Lingkungan
Upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ujung Bulu juga diperkuat melalui GENTING. Program ini mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan orang tua asuh dan berbagai unsur masyarakat.
RT dan RW memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan kehidupan warga. Mereka dapat membantu mengetahui kondisi keluarga di lingkungan masing-masing sekaligus menjadi penghubung dalam koordinasi dengan unsur terkait.
Keterlibatan RT dan RW diharapkan membuat keluarga yang membutuhkan perhatian dapat lebih cepat diketahui dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Dalam pola seperti ini, pencegahan stunting tidak hanya menjadi agenda sektor kesehatan. Persoalan tersebut membutuhkan perhatian terhadap kondisi keluarga secara lebih luas.
Pencegahan Stunting Dimulai dari Kepedulian
Stunting berkaitan dengan berbagai faktor yang saling berhubungan. Selain pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan, sanitasi, kondisi keluarga, dan lingkungan juga perlu diperhatikan.
Karena itu, kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah risiko stunting sejak dini.
Peran Bhabinkamtibmas kemudian dapat menjadi bagian dari mata rantai komunikasi tersebut. Melalui interaksi langsung dengan warga, berbagai persoalan sosial dapat dibicarakan dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kepolisian, pemerintah, dan warga.
Di Kelurahan Ujung Bulu, sinergi tersebut dibangun melalui keterlibatan Bhabinkamtibmas, pemerintah kelurahan, TNI, RT, RW, serta masyarakat dalam mendukung GENTING.
Pendekatan berbasis lingkungan diharapkan membuat upaya pencegahan stunting lebih dekat dengan keluarga sasaran. Dengan komunikasi yang berjalan secara rutin, persoalan yang membutuhkan perhatian dapat lebih cepat disampaikan dan dikoordinasikan.
Bagi Bhabinkamtibmas, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi warga.
Melalui sinergi tersebut, upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ujung Bulu diharapkan dapat terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan berkelanjutan.
(MS)
.jpeg)